
Jakarta, Ogannews.com – Komitmen mendorong desa sebagai motor penggerak ekonomi nasional kian diperkuat. PT PLN (Persero) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan dan pengelolaan tenaga listrik untuk meningkatkan produktivitas desa dan daerah tertinggal.
Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa (28/4), ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat transformasi desa menuju kemandirian energi sekaligus memperkuat fondasi ekonomi berbasis potensi lokal.
Kerja sama tersebut mencakup integrasi data dan pemetaan kebutuhan energi desa, percepatan elektrifikasi wilayah terbatas, hingga pemanfaatan listrik untuk kegiatan ekonomi produktif masyarakat. Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT) berbasis potensi desa.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menegaskan bahwa desa kini tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek utama yang harus diberdayakan secara maksimal.
“Desa hari ini bukan hanya objek pembangunan tapi subjek pembangunan. Semua energi harus kita arahkan ke desa agar desa berdaya, mandiri, dan maju. Jika desa maju, maka Indonesia juga akan maju,” ujar Yandri.
Ia menambahkan, langkah kolaboratif ini juga merupakan implementasi dari Asta Cita ke-6 yang menekankan pentingnya pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan desa. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BUMN, swasta hingga akademisi, menjadi kunci dalam menciptakan desa binaan yang produktif.
Dukungan serupa disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Ia menilai sinergi lintas sektor ini akan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
“Ini kolaborasi yang luar biasa untuk kesejahteraan masyarakat. Desa akan semakin kuat sebagai fondasi pembangunan nasional,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa akses listrik yang merata dan andal menjadi kunci utama dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa.
Menurutnya, desa tidak lagi boleh dipandang sebagai wilayah pinggiran, melainkan sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi nasional.
“Akses energi harus merata. Ini bagian dari mewujudkan keadilan sosial yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Darmawan juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan satu-satunya jalan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Dengan sinergi, kita optimistis desa bisa berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)










