
Ogannews.com – Kemarahan dan kekecewaan masyarakat Baturaja terhadap layanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) semakin memuncak. Hal itu lantaran pemadaman listrik tanpa alasan yang jelas.
Ratusan warga dari Kecamatan Peninjauan, Sinar Peninjauan dan Kedaton Peninjauan Raya menggeruduk kantor PLN setempat sambil membawa peralatan elektronik yang rusak akibat pemadaman yang sering terjadi.
Pemadaman listrik yang sering terjadi menyebabkan kerugian materil dan ketidaknyamanan bagi para pelanggan PLN.
Banyak rumah tangga mengalami kerusakan pada peralatan elektronik seperti kulkas, televisi, dan peralatan dapur lainnya karena pemadaman listrik yang tiba-tiba dan sering.
Menyuarakan ketidakpuasan mereka, ratusan warga tersebut berkumpul di depan kantor PLN dengan membawa peralatan elektronik yang rusak sebagai bukti dampak negatif yang mereka alami.
Kepala Desa Karang Dapo, Martina yang juga sebagai koordinator aksi menuntut klarifikasi dari pihak PLN terkait alasan pemadaman yang sering terjadi, serta meminta kompensasi atas kerugian yang mereka derita.
“Hampir bisa dipastikan setiap hari listrik mati dan masyarakat sudah kesal sehingga datang dengan membawa contoh barang peralatan rumah tangga yang rusak diakibatkan listrik sering mati,” tegasnya, Kamis (18/04/24).
Dikatakan Martina, bahwa peralatan elektronik yang dibawa ke kantor PLN ini hanya sebagian kecil contoh barang yang rusak akibat listrik yang sering mati.
“Masih ada 4 mobil lagi peralatan rusak, jika diperlukan kami akan bawa ke sini,” ujarnya.

Atas kekecewaan warga dengan pelayanan PLN Baturaja, warga memberikan trophy kepada PLN Baturaja dengan predikat juara satu mati lampu.
Sementara itu, pihak PLN Baturaja yang diwakili oleh Asisten Jaringan, Muhammad Ahsan menuturkan jika terjadinya pemadaman listrik akibat tanaman tumbuh yang berada dekat dengan jaringan listrik.
“Yang jelas kami akan berusaha untuk meningkatkan pelayanan dan tadi sudah disepakati,” jelasnya.
“Masalah kompensasi akan diberikan jika sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” pungkasnya. (Fiq)








