Menu

Mode Gelap
Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya PTPN 1 Regional 7 Baturaja Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Sekolah di Lekis Rejo Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf, Menteri ATR/Kepala BPN Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah Ibadah di Sulawesi Tengah Pemkab OKU Timur Gandeng Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan OKU Borong 3 Penghargaan Nasional di TOP BUMD Awards 2026, Teddy Meilwansyah Raih Pembina Terbaik Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Daerah

Sidak Pasar Jelang Nataru, Pemkab OKU Ungkap Kondisi Riil Harga Bahan Pokok

Pantau harga pasar jelang Nataru.

Ogannews.com – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bergerak cepat memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan kebutuhan pokok di pasaran. 

Bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemkab OKU melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional, minimarket, hingga distributor, Kamis (18/12/25).

Pemantauan tersebut dipimpin Asisten I Setda OKU, Indra Susanto dengan menyasar sejumlah titik strategis, di antaranya Pasar Pucuk Baturaja, Pasar Baru Baturaja, beberapa distributor bahan pangan, serta jaringan ritel modern Indomaret.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kasat Reskrim Polres OKU IPTU Irawan Adi Candra, S.H, Danramil Kota Baturaja Kapt Inf Surasa, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Indra Susanto menegaskan, pemantauan ini merupakan langkah antisipatif Pemkab OKU untuk mengendalikan potensi lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat selama momentum Nataru. 

“Mulai hari ini, Pemkab OKU bersama Forkopimda melaksanakan pemantauan rutin secara khusus untuk persiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, pemantauan tidak hanya dilakukan di tingkat pasar, tetapi juga pada jalur distribusi dari distributor ke pedagang. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kelangkaan barang yang berpotensi memicu inflasi daerah. 

“Kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan hingga pasca Tahun Baru 2026. OPD terkait dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah kami minta untuk terus memantau perkembangan harga dan pasokan,” imbuh Indra. 

Dari hasil pemantauan sementara, Indra menyebutkan kondisi harga bahan pokok di OKU masih relatif stabil. Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, namun masih dalam batas wajar dan tidak berdampak signifikan. 

Beberapa komoditas yang dipantau antara lain beras, cabai, bawang, ikan, hingga ayam potong. Untuk ayam potong, tercatat mengalami kenaikan harga dari sebelumnya sekitar Rp35 ribu menjadi Rp40–42 ribu per ekor, yang menurut Indra sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. 

Sementara itu, untuk kebutuhan strategis lainnya seperti LPG, minyak goreng, gula, dan bahan pokok lainnya, stok dipastikan masih aman dengan harga yang relatif stabil. 

“Selama distribusi berjalan lancar dan pasokan aman, kami optimistis menghadapi Nataru ini tidak akan terjadi gejolak harga maupun inflasi yang mengkhawatirkan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PTPN 1 Regional 7 Baturaja Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Sekolah di Lekis Rejo

16 April 2026 - 19:13 WIB

OKU Borong 3 Penghargaan Nasional di TOP BUMD Awards 2026, Teddy Meilwansyah Raih Pembina Terbaik

15 April 2026 - 12:46 WIB

Bupati OKU Pelajari Teknologi Budidaya Ikan Air Tawar di Sukabumi

10 April 2026 - 10:55 WIB

Pemkab Merangin dan PLN Bersihkan Kota Bangko, Lingkungan Kinclong Jaringan Listrik Aman

8 April 2026 - 13:12 WIB

Tak Diberi Uang Judol, Pemuda di Lahat Tega Mutilasi Ibu Kandung

8 April 2026 - 13:00 WIB

Trending di Berita Utama