
Palembang, Ogannews.com — Perkembangan terbaru tragedi kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalur Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mulai memberi titik terang bagi keluarga korban. Setelah proses panjang identifikasi forensik, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri akhirnya berhasil mengungkap identitas 11 korban tambahan melalui pemeriksaan DNA.
Dengan hasil terbaru tersebut, total korban yang berhasil teridentifikasi kini mencapai 14 jenazah dari keseluruhan korban tewas dalam kecelakaan maut yang terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026 lalu.
Proses identifikasi dilakukan oleh tim gabungan Laboratorium DNA Pusdokkes Polri bersama Bid Dokkes Polda Sumatera Selatan di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Korban berhasil dikenali setelah tim forensik mencocokkan sampel DNA jenazah dengan data DNA keluarga biologis korban. Pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ilmiah ketat mulai dari ekstraksi DNA, profiling, hingga rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem.
Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanty, mengatakan proses identifikasi masih terus dilakukan terhadap tiga jenazah lainnya.
“Seluruh pemeriksaan dilakukan secara ilmiah dan ketat untuk memastikan identitas korban benar-benar akurat,” jelasnya.
Berikut nama-nama korban yang berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA:
- Aldi Sulistiawan
- Hj. Syamsiah Bachri
- Zulpan Efendi
- Agustina Maharani
- Martoni
- Aryanto
- Klinton Wardana Marbun
- Bahrul Ulum
- Syafruddin NST
- Alif Supriyatin
- Budiyanto
Sebelumnya, beberapa korban lain juga telah lebih dulu teridentifikasi, termasuk sopir Bus ALS dan sopir mobil tangki yang terlibat dalam kecelakaan.
Wakapolda Sumsel, Rony Samtana, menegaskan seluruh proses penanganan korban dilakukan secara maksimal, mulai dari evakuasi, identifikasi hingga pemulangan jenazah kepada pihak keluarga.
“Kami memastikan seluruh tahapan dilakukan secara cepat, profesional, dan humanis,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya. Ia memastikan keterbukaan informasi kepada publik menjadi bagian penting dalam penanganan tragedi tersebut.
Meski mayoritas korban telah berhasil dikenali, hingga kini masih terdapat tiga jenazah yang masih menjalani proses identifikasi lanjutan di laboratorium DNA.
Polda Sumsel kembali mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam perjalanan Bus ALS rute Lubuklinggau–Jambi agar segera berkoordinasi dengan Posko DVI RS Bhayangkara M Hasan Palembang.
Tragedi Bus ALS di Muratara sendiri menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling memilukan di Sumatera Selatan tahun ini, setelah tabrakan maut antara bus penumpang dan mobil tangki memicu ledakan besar hingga kedua kendaraan hangus terbakar di lokasi kejadian. (*)










