
OKU TIMUR, Ogannews.com — Perjalanan mudik berubah menjadi mimpi buruk setelah sebuah mobil keluarga mengalami kecelakaan tunggal hingga terbakar di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Jumat pagi (20/3/26).
Insiden bermula saat kendaraan melaju dari arah Palembang menuju Cempaka. Diduga karena pengemudi mengantuk, mobil kehilangan kendali hingga keluar jalur dan terjun ke parit di sisi jalan.
Benturan keras tak terhindarkan ketika kendaraan menghantam tungku masak milik warga di sekitar lokasi kejadian.
Beruntung, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah kecelakaan terjadi. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Namun nahas, beberapa saat kemudian terjadi kebocoran bahan bakar yang tersambar api dari tungku, memicu kobaran api yang dengan cepat melalap kendaraan hingga hangus tak tersisa.
Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Aparat kepolisian dari Polsek Cempaka bersama Unit Laka Satlantas Polres OKU Timur bergerak cepat menuju lokasi. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan.
Proses pemadaman dilakukan bersama petugas pemadam kebakaran dan warga setempat hingga api berhasil dijinakkan.
Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, menegaskan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan kecelakaan dipicu kelalaian pengemudi akibat mengantuk saat berkendara.
“Jangan pernah memaksakan diri mengemudi dalam kondisi mengantuk. Istirahat adalah bagian penting dari keselamatan perjalanan,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, turut mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama perjalanan mudik.
“Mengantuk saat berkendara memiliki risiko tinggi. Manfaatkan rest area atau pos pelayanan untuk beristirahat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi layanan darurat 110 apabila menghadapi situasi darurat di perjalanan.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi para pemudik agar tidak mengabaikan faktor kelelahan saat berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama di tengah meningkatnya mobilitas selama arus mudik dan balik Lebaran.
Polda Sumatera Selatan sendiri terus meningkatkan edukasi keselamatan serta pengawasan di jalur mudik dalam rangka Operasi Ketupat Musi 2026 guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)








