
Palembang, Ogannews.com — Musibah tragis terjadi di jantung Kota Palembang. Seorang pengendara ojek online tewas seketika setelah tertimpa pohon tumbang di Jalan Kapten A Rivai, tepatnya di depan Kantor Samsat, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Korban diketahui berinisial UJ (50), warga Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar. Saat kejadian, korban tengah melintas menggunakan sepeda motor sebelum tiba-tiba sebuah pohon besar roboh dan langsung menimpanya.
Benturan keras di bagian kepala menyebabkan korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar yang segera memberikan laporan kepada pihak kepolisian.
Mendapatkan informasi tersebut, jajaran Polsek Ilir Barat I Palembang bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengamanan area, identifikasi korban, serta mengevakuasi jasad korban.
Dua orang saksi di lokasi kejadian telah dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan. Sementara itu, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, sepeda motor dan barang pribadi milik korban turut diamankan sebagai bagian dari prosedur penanganan. Pihak keluarga korban pun telah dihubungi oleh petugas untuk proses selanjutnya.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia memastikan seluruh prosedur penanganan telah dilakukan secara cepat dan sesuai standar operasional.
“Begitu menerima laporan masyarakat, personel langsung bergerak ke lokasi. Penanganan dilakukan mulai dari evakuasi hingga koordinasi dengan keluarga korban,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintas di bawah pepohonan besar, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang. Ini penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa,” tegasnya.
Polda Sumatera Selatan juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan darurat 110 untuk melaporkan kejadian atau potensi bahaya di jalan raya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memantau perkembangan kasus, termasuk menunggu hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab pasti kematian korban. (*)











