
OKU Timur, Ogannews.com – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Balai Rakyat Setda Kabupaten OKU Timur, Senin (20/4/2026) malam. Sebanyak 437 Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 1 resmi dilepas menuju Embarkasi Asrama Haji Palembang sekitar pukul 21.00 WIB. Momentum ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian keberangkatan jemaah haji asal Sumatera Selatan tahun 2026.
Kloter perdana ini menjadi pembuka keberangkatan jemaah haji di wilayah Sumatera Selatan. Ratusan jemaah asal OKU Timur dijadwalkan tiba di Palembang pada Selasa pagi (21/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Arab Saudi pada 22 April 2026 pukul 07.10 WIB.

Bupati OKU Timur, Lanosin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh para jemaah. Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang tidak semua umat Islam dapatkan.
“Perbanyak ibadah, luruskan niat, dan selalu ingat kepada Allah SWT dalam setiap langkah, karena jemaah haji adalah orang-orang pilihan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah, khususnya dalam membantu jemaah lanjut usia agar tidak mengalami kesulitan.
“Pastikan tidak ada yang tertinggal. Kebersamaan adalah kunci kelancaran ibadah haji,” pesan Lanosin.
Lebih lanjut, Bupati menitipkan harapan agar para jemaah turut mendoakan kemajuan Kabupaten OKU Timur selama berada di Tanah Suci.
“Kami berharap seluruh jemaah diberi kesehatan, kelancaran, dan kembali dengan selamat serta meraih predikat haji yang mabrur. Titip doa terbaik untuk daerah kita,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah OKU Timur, Muhammad Husni, menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan menyeluruh.
“Perjalanan ini menuntut keikhlasan, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga kesehatan. Jemaah juga harus patuh terhadap arahan petugas,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci, karena perilaku jemaah mencerminkan karakter masyarakat OKU Timur di mata dunia.
“Jaga akhlak, kekompakan, dan kepedulian, terutama kepada jemaah lansia. Ini tanggung jawab bersama,” tegas Husni.

Dalam kloter ini, terdapat variasi usia yang cukup lebar. Jemaah termuda tercatat atas nama M. Khotibul Umam Azam Kamali (18) asal Desa Tambak Boyo, sementara jemaah tertua adalah Sutiem Atmo Rejo (89) dari Desa Bangsa Raja.
Pelepasan kloter perdana ini menjadi awal perjalanan penuh harap bagi para tamu Allah, dengan doa agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan para jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur dan mabruroh. (*)









