Menu

Mode Gelap
Jelang HUT ke-81 RI, PLN Suplai Listrik 11 MVA untuk Industri Pelabuhan dan Batu Bara di Muara Enim PLN UP3 Lahat Nyalakan Listrik Gratis di Ponpes Babussalam, Santri Haru Sambut Cahaya Baru untuk Belajar dan Beribadah Meriah! Siswa Baru SMPN 2 OKU Antusias Saksikan Parade Ekstrakurikuler di Hari Keempat MPLS Kuasa Hukum Fauzi Syukri Luruskan Isu Praperadilan Kasus Sawit di Lubuk Batang: “Bukan Sengketa Lahan” Semangat Hari Ketiga MPLS, Kepala SDN 3 OKU Senam Bersama Siswa Baru Polisi Genjot Penyidikan Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura

Daerah

Patut Diacungi Jempol, SMP di OKU Punya Batik Buatan Sendiri

Kepala Disdik OKU, Topan Indra Fauzi mengapresiasi kreativitas SMPN 03 OKU.

Ogannews.com — Inovasi di dunia pendidikan tak pernah berhenti, dan kali ini datang dari sebuah SMPN 03 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Ya, SMPN 03 OKU yang berlokasi di Kecamatan Lubuk Raja ini berhasil mencuri perhatian dengan menciptakan produk batik khas mereka yang dinamakan Batik Ecoprint.

Kreativitas dan keahlian para siswa dalam memproduksi batik yang berbahan dasar  daun ini patut diacungi jempol. Batik Ecoprint yang dihasilkan di SMPN 03 OKU tersebut tidak hanya unik, tetapi juga ramah lingkungan.

Dua kelas di SMPN 03 OKU mengenakan rompi Batik Ecoprint.

Sesuai dengan namanya, teknik pembuatan batik ini menggunakan bahan-bahan alami seperti daun sebagai pengganti pewarna sintetis.

Daun tersebut ditata di atas kain, lalu melalui proses pemukulan atau pemanasan, warna alami dari tanaman tersebut akan menempel dan membentuk motif yang khas.

Plt Kepala sekolah SMPN 03 OKU, Siti Khodijah mengungkapkan bahwa program pembuatan Batik Ecoprint ini merupakan bagian dari upaya untuk mengajarkan para siswa tentang nilai-nilai pelestarian lingkungan dan kemandirian.

‎”Kami sebelumnya juga sudah pernah membuat batik jumputan dan batik tulis,” singkat Plt Kepala SMPN 03 OKU, Siti Khodijah yang sebelumnya mengampuh sebagai guru seni budaya, Kamis (03/10/24).

Dirinya menambah, Batik Ecoprint buatan  sendiri ini telah memiliki hak paten pada tahun 2023 lalu.

Batik yang telah memalui proses pembuatan, akan diolah kembali menjadi sebuah baju kemeja, rompi, dompet hingga tas.

‎”Alhamdulillah untuk bahan dasar kami tidak kesulitan karena SMPN 03 OKU memiliki kebun yang daunnya bisa kami gunakan,” kata dia.

Galeri Batik Ecoprint di SMPN 03 OKU.

Selain memberikan dampak positif pada keterampilan siswa, batik ini juga memiliki potensi ekonomi. Hasil batik karya siswa bahkan sudah mulai dipasarkan secara lokal.

‎”Sudah kami pasarkan mulai dari guru-guru dulu. Di sekolah juga sudah kami buat galerinya, jadi bisa dilihat batik yang sudah kami buat,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Disdik OKU Topan Indra Fauzi mengapresiasi dan mendukung penuh kreatifitas SMPN 03 OKU.

‎”Kami bangga dengan karya SMPN 03 OKU, kami berharap kreativitas seperti ini dapat menjadi mentor untuk sekolah lainnya,” ujar Topan. (Fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

Jelang HUT ke-81 RI, PLN Suplai Listrik 11 MVA untuk Industri Pelabuhan dan Batu Bara di Muara Enim

21 Juli 2026 - 16:15 WIB

PLN UP3 Lahat Nyalakan Listrik Gratis di Ponpes Babussalam, Santri Haru Sambut Cahaya Baru untuk Belajar dan Beribadah

17 Juli 2026 - 17:08 WIB

Meriah! Siswa Baru SMPN 2 OKU Antusias Saksikan Parade Ekstrakurikuler di Hari Keempat MPLS

16 Juli 2026 - 19:48 WIB

Kuasa Hukum Fauzi Syukri Luruskan Isu Praperadilan Kasus Sawit di Lubuk Batang: “Bukan Sengketa Lahan”

15 Juli 2026 - 17:30 WIB

Semangat Hari Ketiga MPLS, Kepala SDN 3 OKU Senam Bersama Siswa Baru

15 Juli 2026 - 17:18 WIB

Trending di OKU