Menu

Mode Gelap
Video Asusila Tersebar di Sekolah, Siasat Bejat Pemuda di OKU Setubuhi Pacar Sambil Direkam Akhirnya Terbongkar! Rekayasa “Amuk Massa” di Kebun Kopi OKU Selatan Terbongkar, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pembunuhan OKU Bidik Teknologi Pengubah Sampah Jadi Cuan SPBU Belitang Diserbu Warga, Kuota BBM Akhirnya Ditambah Setelah DJKA, Kini PT KAI Sambut Positif Flyover Pasar Tempel 55 Tim Basket Ramaikan Bupati Cup 2026 OKU Timur, Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Porprov

Ekonomi

Fakta Unik dan Sejarah Hari Oeang RI: Perjalanan Panjang Keuangan Indonesia

Mata uang pertama RI. (source: Internet)

Ogannews.com – Hari Oeang Republik Indonesia, yang diperingati setiap 30 Oktober, menyimpan sejarah unik yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.

Hari yang juga dikenal sebagai Hari Keuangan Nasional ini menandai lahirnya kedaulatan ekonomi Indonesia, khususnya dalam mengelola keuangan negara secara mandiri pasca-kemerdekaan.

Keputusan untuk menetapkan tanggal ini bukan tanpa alasan. Pada 30 Oktober 1946, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mengeluarkan Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai mata uang pertama yang berdaulat dan lepas dari pengaruh kolonial.

Lahirnya ORI merupakan simbol kuat dari kebebasan finansial bangsa. Pada masa itu, Indonesia tengah berjuang mempertahankan kemerdekaan di tengah agresi militer Belanda.

Dengan dikeluarkannya ORI, pemerintah membuktikan bahwa Indonesia sanggup berdiri di atas kakinya sendiri, tanpa bergantung pada mata uang Belanda atau Jepang yang sebelumnya beredar.

ORI menggantikan uang Jepang yang sempat digunakan selama pendudukan, serta uang Belanda yang masih digunakan secara terbatas. Penerbitan ORI menjadi titik balik yang penting dalam sejarah ekonomi dan keuangan negara.

Namun, penggunaan ORI juga diwarnai dengan berbagai tantangan. Karena kondisi ekonomi yang belum stabil dan inflasi yang tinggi, masyarakat awalnya merasakan kesulitan dengan nilai tukar ORI.

Dalam beberapa bulan setelah peluncurannya, ORI mengalami depresiasi nilai yang cukup signifikan, hingga pemerintah harus berupaya keras menjaga stabilitasnya.

Meskipun begitu, keberadaan ORI tetap menjadi lambang perjuangan ekonomi yang pantang menyerah bagi bangsa Indonesia.

Selain itu, Hari Oeang RI menjadi momen penting untuk mengapresiasi peran Kementerian Keuangan yang sejak berdirinya telah menjadi garda terdepan dalam mengelola keuangan negara.

Pada awal pembentukannya, Kementerian Keuangan mengalami tantangan besar, salah satunya adalah terbatasnya sumber daya manusia yang ahli di bidang ekonomi dan keuangan.

Namun, dengan semangat kebangsaan, para pegawai kementerian kala itu bekerja keras demi membangun fondasi ekonomi Indonesia yang mandiri.

Ada fakta menarik lainnya terkait Hari Oeang RI ini. ORI pertama yang diluncurkan pada tahun 1946 dicetak dengan teknik yang sederhana karena keterbatasan teknologi dan bahan baku.

Uang kertas ORI ini dibuat dengan menggunakan kertas biasa dan tinta seadanya, sehingga kualitasnya jauh berbeda dari uang kertas modern yang kita gunakan saat ini.

Namun, hal ini tidak mengurangi kebanggaan bangsa terhadap uang yang akhirnya dapat disebut milik sendiri.

Seiring berjalannya waktu, peringatan Hari Oeang berkembang menjadi Hari Keuangan Nasional, yang tidak hanya merayakan sejarah lahirnya mata uang Indonesia, tetapi juga seluruh aspek dalam pengelolaan keuangan negara, mulai dari peran penting perpajakan, anggaran negara, hingga kebijakan fiskal yang menopang pembangunan.

Hari ini menjadi pengingat bahwa sektor keuangan Indonesia telah mengalami berbagai transformasi yang luar biasa, terutama dalam era digitalisasi saat ini.

Di masa kini, Hari Oeang RI atau Hari Keuangan Nasional juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh pelaku sektor keuangan untuk terus mendukung stabilitas dan kemajuan ekonomi Indonesia.

Melalui komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan inovasi, pemerintah berharap sektor keuangan dapat terus menjadi pilar utama dalam mendukung kesejahteraan rakyat dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Dari sejarah panjang ini, kita dapat melihat bahwa sektor keuangan memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara yang maju dan berdaulat penuh. (Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PHR Tampil Percaya Diri di IPA Convex 2026, Pamerkan Inovasi Migas hingga Komitmen Ketahanan Energi Nasional

21 Mei 2026 - 17:10 WIB

Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan

14 Mei 2026 - 18:41 WIB

Tawarkan Sembilan Program Kerja Sama dengan KPK, Sahli ATR/BPN Ungkap Keuntungan bagi Pemerintah Daerah Se-Sulut

13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Layanan Pertanahan Era Digital, Lebih Mudah Pantau Berkas Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

11 Mei 2026 - 13:40 WIB

50% Bidang Tanah di Sulteng Sudah Bersertipikat, Wamen Ossy: Ini Menunjukkan Sulteng Terus Bertumbuh

10 Mei 2026 - 14:38 WIB

Trending di Nasional