Menu ✖

Mode Gelap
PLN dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi, Keandalan Listrik Lahat Jadi Penopang Investasi Saling Bacok di Desa Durian Gara-Gara Perebutan Lahan, 4 Pria Diamankan Kebakaran SMPN 21 OKU, Bupati Teddy Langsung Tinjau Lokasi Pemkab OKU Siapkan Arsitektur Pemerintahan Digital, Hindari Tumpang Tindih Aplikasi dan Data YBM PLN UP3 Lahat Salurkan Beasiswa Cahaya Pintar untuk 66 Pelajar di Kabupaten Lahat BumDes Karang Dapo Kembangkan Ayam Petelur, Dinas PMD OKU Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Daerah

Listrik PLN Ubah Nasib Tambak Udang OKI, Produksi dan Ekspor Melesat

OKI, Ogannews.com – Kawasan sentra tambak udang vaname di pesisir Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, kini memasuki babak baru dalam penguatan ekonomi perikanan. Dukungan pasokan listrik dari PT PLN (Persero) disebut menjadi faktor kunci yang mengubah pola produksi tambak dari ketergantungan genset menuju sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan keandalan listrik di kawasan tambak udang saat menghadiri panen raya di Sungai Menang, Selasa (17/2/2026). Ia menilai, listrik yang stabil menjadi syarat mutlak untuk mendorong ekspansi produksi sekaligus memperkuat daya saing ekspor daerah.

“Produksi ini menyumbang devisa yang besar. Karena itu, pencatatan produksi harus tertib agar kontribusi daerah terlihat jelas,” ujarnya.

Data pemerintah daerah mencatat produksi udang vaname di Sumatera Selatan mencapai sekitar 15.000 ton per tahun. Namun, sebagian hasil produksi tersebut belum sepenuhnya tercatat sebagai ekspor resmi daerah karena masih dikirim melalui pelabuhan di luar provinsi.

Sebelumnya, petambak harus bergantung pada generator berbahan bakar solar untuk mengoperasikan kincir dan peralatan tambak. Kondisi itu membuat biaya produksi tinggi dan kurang efisien. Kini, kehadiran listrik PLN mulai menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas.

Bupati Muchendi menyebut kawasan tambak di wilayah tersebut merupakan sisa aset PT Wahyuni Mandira yang kini dikelola masyarakat. Ia menegaskan bahwa dukungan infrastruktur dasar seperti listrik menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat ekonomi pesisir.

Sementara itu, perwakilan perusahaan PT Wahyuni Mandira turut menjadi bagian penting dalam sejarah pengembangan kawasan tambak yang kini bertransformasi menjadi sentra produksi rakyat.

General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sembilan unit transformator untuk memperkuat sistem kelistrikan di kawasan tambak. PLN juga membuka peluang pembangunan jaringan baru dengan estimasi investasi antara Rp 13 miliar hingga Rp 15 miliar.

“Kami tidak hanya menyalurkan listrik, tetapi menghadirkan energi sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Perwakilan petambak, Taufik Yusuf, mengakui bahwa keterbatasan daya listrik sebelumnya sering menghambat operasional tambak. Ia berharap penambahan transformator serta peningkatan layanan PLN dapat mempercepat penanganan gangguan listrik.

Dengan dukungan infrastruktur energi yang lebih andal, para petambak optimistis produksi udang vaname akan terus meningkat dan memperkuat kontribusi ekonomi pesisir Sumatera Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga

PLN dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi, Keandalan Listrik Lahat Jadi Penopang Investasi

7 Oktober 2026 - 16:35 WIB

YBM PLN UP3 Lahat Salurkan Beasiswa Cahaya Pintar untuk 66 Pelajar di Kabupaten Lahat

2 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Menembus Jalan Berlumpur, Mantri BRI Alifia Naura Layani Nasabah di Pelosok OKI

29 September 2026 - 09:51 WIB

PLN dan DPRD Lahat Perkuat Sinergi, Bahas Keandalan Listrik hingga SPKLU

24 September 2026 - 16:43 WIB

Suami Tewas Ditikam Istri di OKI, Ini yang Terjadi Sebelum Peristiwa Maut

21 September 2026 - 15:16 WIB

Trending di Berita Utama